Bantu Warga Aceh Bangkit Pasca Bencana, Tim Relawan dan Influencer Berdayakan Para Petani Cabai Lokal, Begini Cara Beli Cabai Aceh untuk Warga Jabodetabek!


Selama berada di lokasi bencana, influencer Ferry Irwandi bersama tim relawan melakukan pemantauan sekaligus menghimpun data guna memberikan solusi strategis bagi warga dan petani lokal Aceh untuk bangkit pasca bencana, dengan tetap menjaga kemandirian ekonomi mereka. | Foto: Instagram/Ferry Irwandi

Di tengah upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, muncul sebuah inisiatif yang luar biasa dari seorang mantan ASN yang kini lebih dikenal sebagai influencer, Ferry Irwandi. Ia bekerja sama dengan sejumlah kelompok relawan, di antaraya Rumah Tani dan Kita Bisa.

Alih-alih hanya menyalurkan bantuan logistik yang berasal dari donasi banyak orang yang berhasil dihimpunnya, Ferry bersama tim relawan menggagas ide pengiriman hasil panen cabai dari petani di Aceh ke Jakarta, sebagai bentuk bantuan yang berpihak pada pemulihan ekonomi warga.

BACA JUGA: Tak Semua Chili Oil Pedasnya Sedap di Lidah, Tapi Resep Chili Oil dari 3 MasterChef Indonesia yang Populer di Tiktok Ini Pasti Bikin Ketagihan!

Gagasan ini lahir dari pengamatan langsung Ferry bersama sejumlah tim relawan di lapangan, salah satunya Rumah Tani, sebuah unit usaha yang sudah melakukan jual-beli cabai dengan petani lokal sebelumnya.

Selama mendampingi warga terdampak bencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, mereka melihat ironi yang terjadi.

Di satu sisi warga kehilangan penghasilan akibat rusaknya akses dan aktivitas ekonomi akibat bencana, namun di sisi lain panen cabai justru masih sangat melimpah.

Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan masalah baru, yakni kelebihan pasokan (over supply) yang dapat menyebabkan harga cabai anjlok dan hasil panen terbuang sia-sia akibat busuk karena disimpan terlalu lama.

Ferry menuturkan, sesudah bencana, distribusi hasil pertanian warga setempat menjadi terhambat. Pasar lokal yang beroperasi pun semakin terbatas, sementara jalur logistik darat belum sepenuhnya pulih.

Jika tak segera dicarikan solusi, cabai yang telah dipanen berisiko rusak dan kehilangan nilai ekonominya.

Dari situlah muncul ide untuk mendistribusikan cabai ke luar daerah Aceh, khususnya ke Jakarta dan wilayah Jabodetabek yang memiliki permintaan tinggi akan cabai.

Inisiatif Menjaga Kemandirian Ekonomi Warga Lokal Pasca Bencana

Momentum bantuan kemanusiaan menjadi celah strategis. Pesawat-pesawat pembawa bantuan logistik, terutama beras, yang mendarat di Bandara Rembele, Aceh Tengah, dinilai dapat dimanfaatkan untuk membawa balik hasil pertanian warga Aceh saat kembali ke Jakarta, sehingga pesawat-pesawat tersebut tidak pulang dalam keadaan kosong.

Konsep ini tidak dimaksudkan sebagai sekadar kegiatan berdagang hasil pertanian semata. Ferry bersama tim relawan dan Rumah Tani menekankan bahwa cabai dibeli dari petani dengan harga yang wajar, lalu dijual di Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari gerakan solidaritas.

Hasil penjualannya kemudian dikembalikan untuk membantu para warga terdampak bencana, baik melalui dukungan ekonomi maupun kebutuhan fasilitas lainnya untuk membantu pemulihan.

Banyak pihak menilai inisiatif ini sebagai pendekatan alternatif dalam penanganan bencana. Bantuan tak hanya hadir dalam bentuk konsumsi jangka pendek, tetapi juga berupaya menjaga martabat dan kemandirian ekonomi warga.

Dalam hal ini, petani tidak diposisikan sebagai penerima bantuan pasif, melainkan sebagai bagian dari solusi pemulihan pasca bencana.

Melalui gagasan membawa cabai dari Aceh ke Jakarta ini, Ferry bersama tim relawan yang terlibat aktif di lokasi bencana memperlihatkan bahwa respons bencana dapat dirancang lebih adaptif.

Di tengah krisis sekalipun, hasil bumi lokal justru dapat menjadi jembatan antara solidaritas kemanusiaan dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Kendati sebagian besar warga Aceh saat ini menderita akibat bencana, namun di sisi lain panen cabai merahnya tetap melimpah. Bersama Rumah Tani, Ferry Irwandi membantu petani cabai Aceh mempertemukan hasil pertanian mereka dengan calon pembeli potensial dari Jakarta dan sekitarnya agar komoditas dari daerah ini tak terbuang sia-sia. | Foto: Dok. Distanbun Provinsi Aceh
Cara Warga Jabodetabek Membeli Hasil Tani Cabai Aceh

Warga Jakarta dan sekitarnya atau yang berada di wilayah Jabodetabek dapat langsung membeli hasil pertanian cabai asal Aceh ini, dengan kondisi cabai yang masih segar.

Jenis cabai sebagai komoditas utama para petani Aceh utamanya adalah cabai merah keriting dan cabai rawit merah.

Menurut warga Aceh sendiri, rasa pedas dari cabai merah yang dihasilkan di Tanah Rencong ini lebih pedas menggigit dibandingkan cabai yang dipanen di wilayah Jawa.

Bagi para pencinta makanan bercita rasa pedas yang sekaligus hobi memasak maupun  pemilik usaha rumah makan di kawasan Jakarta dan sekitarnya, tentunya tepat untuk membeli kedua jenis cabai ini, sekaligus turut membantu warga dan petani Aceh.

Apalagi, menjelang Hari Raya Natal dan akhir tahun seperti sekarang ini, cabai kerap menjadi salah satu bahan makanan yang paling diburu, kentadi harganya seringkali melonjak tajam.

Seperti yang disiarkan Kompas TV (19/12), harga cabai merah di pasaran terpantau nyaris menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram sejak beberapa hari lalu.

Lantas bagaimana cara warga Jabodetabek membeli cabai Aceh ini?

Berdasarkan informasi yang dibagikan Rumah Tani melalui akun media sosial resminya, Instagram @_rumahtani, cabai Aceh ini didistribusikan ke sejumlah pasar induk, salah satunya Pasar Induk Kramat Jati.

Namun, calon pembeli yang berminat membeli cabai Aceh secara eceran dengan minimal 1 kilogram, juga dapat menghubungi langsung melalui direct message (DM) @_rumahtani.

Selanjutnya, tim admin Rumah Tani akan mengarahkan para calon pembeli cabai untuk melakukan proses pembelian sekaligus memilih jasa pengiriman instan (sehari sampai), agar cabai yang diterima pembeli masih dalam keadaan segar dan utuh.

Pembelian cabai Aceh ini pun tak hanya dapat dilakukan melalui melalui DM via media sosial @_rumahtani saja.

Berdasarkan informasi yang dibagikan seorang relawan melalui akun Instagram @neschachang, cabai Aceh ini juga dapat dibeli melalui e-commerce resmi Rumah Tani Nusantara di Shopee, yang dapat diakses mulai Senin, 22 Desember 2025, pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA: Tertarik Bikin Chili Oil Homemade Super Gurih, Pedas dan Enak? Semua Bahannya Ada di Dapur, Ini Resepnya!

Harga per kilogram cabai merah dan cabai rawit merah Aceh yang ditawarkan Rumah Tani cenderung lebih rendah dibandingkan harga cabai di wilayah Jabodetabek saat ini, yang ditengarai sudah hampir menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram.

Akun @neschachang juga membagikan informasi, cabai Aceh dapat dibeli eceran mulai 1 kilogram hingga 7 kilogram dengan harga mulai Rp 60 ribu-an per kilogramnya, dengan catatan harga cabai dapat berubah sewaktu-waktu.

Nah, bagi Anda yang ingin membantu warga dan petani Aceh dengan cara membeli cabai merah keriting dan cabai rawit merah Aceh, Anda dapat langsung menghubungi Instagram @_rumahtani atau membelinya melalui e-commerce resmi Rumah Tani Nusantara.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *