
Para pemilik anabul (anak bulu), terutama kucing, tentu secara rutin akan memberi pakan berupa makanan kering (dry food) dan basah (wet food) setidaknya 3-4 kali dalam sehari.
Tak hanya memberi dry food dan wet food, para pemilik anabul juga kerap melengkapinya dengan berbagai vitamin agar kucing kesayangan makin sehat.
Terlebih untuk mengurangi kerontokan bulu kucing yang kerap menjadi keluhan.
Selain vitamin, pemilik anabul juga sudah dipastikan akan menyetok berbagai obat wajib demi mendukung kondisi kesehatan anabul yang biasanya rentan terhadap diare, kutu, dan cacing.
Nah, salah satu upaya sejumlah cat lovers yang juga kerap dilakukan untuk mendukung kesehatan jangka panjang anabul adalah membuat sendiri makanan basah, dari bahan-bahan makanan tinggi protein yang memang aman untuk anabul dan telah direkomendasikan oleh sejumlah dokter hewan.
Bahan Makanan Tinggi Protein
Apa saja bahan-bahan makanan manusia yang aman dikonsumsi dan bisa dijadikan real food tinggi protein untuk anabul?
1. Daging Ayam, Kepala Ayam, Hati Ayam
Kucing tergolong hewan karnivora obligat, sehingga tubuhnya “didesain” untuk mendapatkan nutrisi dari daging dan organ hewan.
Daging Ayam
Daging ayam bagian dada atau paha memiliki manfaat utama yang mudah dicerna karena mengandung protein tinggi. Daging ayam sangat penting untuk otot, energi, dan sistem imun kucing.
Daging ayam juga kaya asam amino esensial (termasuk arginin). Kucing memerlukan zat ini sebab tubuh kucing tidak bisa memproduksinya sendiri.
Tak hanya itu, daging ayam juga mengandung lemak alami, sebagai sumber energi dan dapat membantu bulu kucing lebih mengilap.
Sebagai real food, daging ayam cocok dikonsumsi kucing karena rasanya yang netral, jarang memicu alergi, dan teksturnya mudah dikunyah. Cocok dikonsumsi oleh kucing dewasa sampai senior.
Kepala Ayam
Bagian kepala ayam kerap dilupakan, padahal salah satu bagian dari ayam yang super bergizi. Mengapa?
Karena kepala ayam memiliki kandungan penting seperti kalsium dan fosfor dari bagian tulang-tulang kepalanya, yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan gigi kucing.
Kepala ayam juga mengandung kolagen dan gelatin, yang sangat bagus untuk memperkuat sendi, kulit, dan pencernaan anabul.
Selain itu, kepala ayam juga mengandung lemak alami dan jaringan ikat, sebagai sumber energi tambahan bagi kucing.
Namun perlu diingat, kepala ayam wajib dimasak sampai empuk dan dihaluskan ketika diberikan ke kucing.
Jangan pernah diberikan dalam keadaan mentah atau utuh karena berisiko kucing akan menelap tulang-tulang yang tajam.
Hati Ayam
Bisa dikatakan hati ayam merupakan multivitamin alami untuk kucing. Memiliki manfaat utama berupa kandungan vitamin A, yang baik untuk kesehatan mata dan kulit kucing.
Hati ayam juga mengandung tinggi zat besi yang bisa mencegah anemia pada kucing. Serta vitamin B kompleks untuk membantu metabolisme dan nafsu makan, serta sedikit taurine yang sangat penting penting untuk kesehatan jantung dan penglihatan anabul.
Tapi ingat, ya, hati ayam tidak boleh diberikan secara berlebihan ke kucing. Cukup 5–10 persen saja dari total porsi yang diberikan kucing per hari. Bila kelebihan vitamin A, bisa berbahaya untuk kesehatan tulang kucing.
Daging ayam, kepala ayam dan hati ayam (dalam keadaan matang) jika dikombinasikan dan diberikan dalam porsi yang benar dapat mendekati pola makan alami kucing.
2. Labu Kuning dan Wortel
Sebagai hewan karnivora obligat, kucing bisa diberikan sedikit saja sayuran, untuk bantu pencernaan dan nutrisi mikro di dalam tubuhnya.
Beberapa jenis sayuran yang aman untuk kucing adalah labu kuning dan wortel, yang dapat dijadikan pendamping penting di dalam real food kucing. Meski bukan makanan utama, namun fungsinya krusial.
Labu Kuning (Pumpkin)
Ini adalah salah satu sayuran paling aman dan direkomendasikan untuk kucing. Memiliki manfaat utama sebagai serat larut alami, sehingga dapat menormalkan pencernaan, membantu sembelit, dan membantu meredakan diare ringan.
Labu kuning juga dapat menjaga kesehatan usus kucing, sebagai prebiotik alami. Aman pula untuk kucing yang disarankan untuk berdiet karena rendah kalori dan gula.
Selebihnya, labu kuning juga mengandung beta-karoten, vitamin C dan E yang baik untuk kucing.
Pemberian labu kuning cocok untuk kucing yang sering sembelit atau sulit pup (pup keras), perut sensitif, atau sering mengalami hairball (menelam bulu saat self grooming).
Wortel
Wortel tidak wajib diberikan, tetapi bagus sebagai pelengkap real food untuk kucing.
Manfaat dari wortel untuk kucing di antaranya mengandung antioksidan dan serat kasar ringan yang dapat membantu gerakan usus, serta beta-karoten yang dapat mendukung kesehatan mata dan imunitas.
Berikan wortel dalam keadaan matang agar teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna, untuk membantu gigi dan rahang kucing bekerja maksimal.
Sebagai catatan penting, kucing sebenarnya tidak terlalu butuh vitamin A dari sayur, tetapi beta-karoten yang dikandung wortel aman dikonsumsi karena tidak berlebihan jumlahnya.
Maka penting untuk mengetahui porsi aman pemberian real food untuk kucing, yakni:
- Total sayur: 5–10 persen dari makanan utama
- Labu kuning: bisa lebih dominan jumlahnya
- Wortel: sedikit saja (sebagai pelengkap)
Contoh:
- > 90 persen protein hewani
- > 7 persen labu kuning
- > 3 persen wortel
Yang Perlu Dihindari:
- Wortel mentah karena teksturnya keras dan sulit dicerna.
- Labu kuning kalengan untuk manusia karena biasanya sudah diberi perasa manis atau asin.
- Terlalu banyak jumlah sayur bisa membuat kucing diare dan kekurangan nutrisi.
3. Tempe
Tempe bisa dikatakan aman untuk kucing, tetapi dengan syarat yang sangat ketat. Memang benar, tempe memiliki efek probiotik alami, walaupun bukan merupakan sumber nutrisi utama untuk kucing.
Tempe bisa bermanfaat bagi kucing karena merupakan kedelai yang difermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus.
Manfaat potensial tempe untuk kucing di antaranya:
- Probiotik alami, yang dapat membantu keseimbangan bakteri usus.
- Lebih mudah dicerna dibandingkan kedelai biasa.
- Mengandung serat fermentable, yang dapat membantu pencernaan.
- Sedikit protein nabati, namun bukan sebagai pengganti protein hewani bagi kucing.
Oleh karena difermentasi, tempe menjadi lebih aman dikonsumsi kucing dibandingkan tahu atau kedelai utuh.
Satu hal yang sangat penting diingat, kucing adalah hewan karnivora obligat dan bukan herbivora. Sehingga kucing tak membutuhkan protein nabati, serta tak bisa mencerna kedelai dalam jumlah besar.
Dengan demikian, tempe hanya boleh dijadikan sebagai pelengkap kecil, dan tidak disarankan untuk diberikan secara rutin dalam jumlah besar (makanan utama).
Maka, syarat aman konsumsi tempe untuk kucing wajib mengikuti beberapa hal berikut:
Cara Pengolahan:
- Tempe polos
- Dikukus atau direbus
- Tanpa garam, bawang, penyedap, minyak, tepung, kecap
- Sebaiknya dihaluskan atau dicincang sangat lembut
Pemberian Porsi Aman:
- 1–2 sendok teh
- 1–2 kali seminggu saja
- Maksimal 3–5 persen dari total porsi makan harian
Jika kucing kelebihan konsumsi tempe, akan berisiko terkena kembung, diare dan malabsorpsi protein hewani.
Jadi, tempe cocok untuk kucing yang sedang mengalami sembelit ringan, pencernaan sensitif, baru transisi mengonsumsi real food.
Yang juga perlu diingat, tempe sangat tidak disarankan untuk kitten (anak kucing) di bawah 6 bulan, kucing yang alergi kedelai, kucing dengan penyakit ginjal atau pencernaan kronis.
Untuk kucing yang sedang mengalami masalah pencernaan, sebaiknya diberikan probiotik khusus kucing yang lebih aman dibandingkan tempe.
Nah, dengan sejumlah informasi di atas, maka real food yang bisa dibuat sendiri di rumah untuk anabul kesayangan sebaiknya menggunakan lebih banyak bahan utama yang mengandung protein tinggi (daging atau ikan).
Berikut resep lengkapnya!

Real Food Homemade untuk Anabul
Cocok untuk kucing dewasa sehat (≥1 tahun)
Prinsip Komposisi Nutrisi:
- Protein hewani: ±85–90 persen
- Sayur: ±7–10 persen
- Tempe (probiotik): ±3–5 persen
Bahan (±5–6 porsi makan):
- 500 gram kepala ayam
- 70 gram labu kuning
- 30 gram wortel
- 20 gram tempe
- 800-1.000 ml air, untuk merebus
- (tanpa garam, bawang, minyak, atau bumbu apa pun)
Cara Memasak (Wajib Ikuti Urutan):
A. Olah Kepala Ayam
- Cuci bersih kepala ayam.
- Buang paruh tajamnya.
- Rebus dengan air yang cukup, sekitar 45–60 menit sampai empuk dan bagian tulang-tulangnya benar-benar lunak.
- Tiriskan. Simpan air rebusannya.
B. Masak Sayur dan Tempe
- Kukus atau rebus labu kuning, wortel, dan tempe
- Masak sampai teksturnya sangat empuk.
- Tiriskan.
C. Proses dan Haluskan
- Masukkan semua bahan (kepala ayam, labu kuing, wortel dan tempe) ke dalam food processor, chopper atau blender.
- Tambahkan air rebusan kepala ayam sedikit demi sedikit.
- Haluskan sampai teksturnya benar-benar lembut dan tidak ada tulang yang terasa.
- Tekstur akhir akan terlihat mirip bubur agak kasar.
D. Takaran Makan Harian
Kucing Dewasa ±4 kg:
- 60–80 gram per hari
- Dibagi 2 kali makan
Kucing 5–6 kg:
- 90–110 gram per hari
Jangan lupa untuk selalu memantau berat badan dan feses anabulnya, ya. Kalau pup-nya terlihat terlalu lembek, kurangi labu dan tempenya.
E. Tips Penyimpanan dan Pemberian Real Food Homemade
- Kulkas: tahan 2–3 hari.
- Freezer: tahan 1–2 minggu.
- Simpan di dalam wadah cukup per porsi, agar lebih praktis saat dikeluarkan dari kulkas atau freezer.
- Ketika akan diberikan, dapat dihangatkan sebentar, tidak perlu sampai mendidih.
- Jika akan ditambahkan dengan vitamin lain, cukup diamkan saja di suhu ruang selama sekitar 15 menit atau sampai suhu makanan tidak lagi dingin.
- Untuk jangka panjang, idealnya ditambahkan sumber taurine, misalnya dengan menambahkan sedikit hati ayam atau suplemen taurine.
Nah, selamat membuat real food homemade untuk anabul kesayangan agar semakin sehat, kuat dan bebas bulu rontok!
