
Mesoyi, masoyi, atau masoi (Cryptocarya massoia) merupakan rempah asli Indonesia. Mesoyi tumbuh sebagai tanaman keras yang banyak terdapat di kawasan Indonesia Timur, terutama Maluku dan Papua.
Oleh warga lokal papua, pohon ini disebut aikor atau aikori. Pohonnya dapat tumbuh cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 25 meter.
Kulit kayu dari pohon ini menebarkan aroma wangi karena mengandung minyak atsiri sehingga kerap disebut sebagai kulit kayu aromatik.
Karena itu, bagian kulit kayunyalah yang digunakan sebagai bumbu rempah, yang memiliki rasa dan aroma sangat unik.
Ciri utama mesoyi yang digunakan sebagai bumbu rempah atau campuran herbal biasanya sudah berupa kulit kayu yang dikeringkan dan digulung atau dipotong kecil-kecil.
Warna kulit kayunya cokelat muda sampai cokelat tua dan agak keabu-abuan, dengan tekstur agak kasar dan berserat.
Sekilas mirip kayu manis (Cinnamomum), tetapi jenis pohon dan aromanya berbeda.
Aroma mesoyi cukup spesifik, menguarkan nuansa hangat, pedas, manis yang tipis, dan wangi kayu yang cukup kuat.
Jika dibayangkan, aroma kulit kayu mesoyi sering digambarkan sebagai gabungan antara aroma tipis kayu manis, cengkih, dan sedikit lada, tetapi dengan identitas aroma khasnya sendiri.
Dengan karakter aroma yang demikian, ketika digunakan sebagai bumbu masakan atau campuran minuman tradisional, rasanya memberi efek hangat di tubuh.
Ragam Resep Lezat Berbumbu Mesoyi
Ada beberapa resep khas daerah yang sedap dan lezat dengan tambahan bumbu mesoyi.
Di antaranya malbi, sajian khas Palembang berbahan utama daging yang mirip dengan semur namun berbumbu agak kental seperti rendang.
Selain malbi, sup ikan kuah kuning khas Maluku dan Papua juga kerap menggunakan bumbu mesoyi untuk memperkaya cita rasa dan aromanya.
Di samping itu, beberapa minuman hangat tradisional juga semakin mantap ketika ditambahkan mesoyi ke dalamnya, seperti wedang dan bandrek.
Yuk, coba recook satu persatu resep lezatnya di rumah! Enggak hanya bisa melezatkan aneka masakan, mesoyi juga bisa sekaligus menghangatkan tubuh, lho.
SUP IKAN KUAH KUNING
- Untuk 4 porsi
Bahan:
- 500 gram ikan laut (kakap, kerapu, tenggiri atau jenis ikan yang lebih mudah didapatkan), potong sesuai selera
- 1 liter air
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
- 2 lembar daun jeruk
- 1 ruas jahe, bersihkan permukaaanya, memarkan
- 1 potong kecil mesoyi (sekitar 2 cm)
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt gula pasir
- 1 sdt perasan air jeruk nipis
- 1 ikat kecil kemangi, siangi daunnya
Bumbu Halus:
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 butir kemiri
- 1 ruas jari kunyit
- 3 buah cabai merah (opsional)
- 3 sdm minyak, untuk menumis
Cara Membuat:
1. Lumuri ikan dengan perasan air jeruk nipis dan sedikit garam. Diamkan selama sekitar 10 menit lalu bilas. Sisihkan.
2. Rebus 1 liter air hingga mendidih. Masukkan serai, daun jeruk, jahe, dan mesoyi. Rebus hingga beraroma. Sisihkan.
3. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan ke dalam rebusan air.
4. Masukkan ikan, masak di atas api sedang sampai matang. Koreksi rasa. Tambahkan garam bila perlu.
5. Matikan api. Taburi daun kemangi. Aduk rata. Sajikan selagi hangat.

MALBI DAGING SAPI
- Untuk 4 porsi
Bahan:
- 500 gram daging has dalam, potong kotak 3 cm
- 3 cm mesoyi
- 2 butir cengkih
- 2 cm kayu manis
- 1 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- 2 sdm kecap manis
- 1/2 sdm air asam, dari 1 sdt asam jawa yang dilarutkan dengan 1 sdm air
- 500 ml air
- 2 sdm minyak, untuk menumis
- 2 sdm bawang goreng, untuk taburan saat penyajian
Bumbu Halus:
- 10 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 2 cm jahe
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, cengkih, mesoyi, dan kayumanis sampai harum. Masukkan daging. Aduk perlahan sampai daging berubah warna.
2. Bumbui kecap manis, garam, pala, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Masak sampai semua bahan matang dan kuah mengental.
3. Tuang air asam. Aduk rata. Matikan api, angkat. Sajikan malbi dengan taburan bawang merah goreng.
Tips Memasak dengan Bumbu Mesoyi
Ada beberapa saran yang penting diperhatikan ketika menggunakan mesoyi sebagai bumbu masakan.
- Gunakan sedikit saja (sekitar 2–3 cm) karena aromanya sudah cukup kuat.
- Kulit kayu mesoyi yang digunakan sebagai bumbu biasanya diangkat terlebih dahulu setelah masakan matang, sebelum disajikan, seperti halnya daun salam.
- Selain masakan berbahan daging, tambahan bumbu rempah mesoyi cocok juga digunakan untuk masakan berkuah dengan bahan utama ayam.

BANDREK
- Untuk 5 porsi
Bahan:
- 1.750 ml air
- 300 gram jahe, bersihkan permukaaanya, bakar, memarkan
- 225 gram gula merah, sisir halus
- 5 cm kayu manis
- 3 cm mesoyi
- 5 butir cengkih
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- 1/4 sdt garam
Cara Membuat:
1. Rebus air hingga mendidih. Masukkan gula merah, kayu manis, mesoyi, cengkih, jahe, daun pandan, dan garam di atas api kecil sampai harum beraroma.
2. Matikan api. Saring bandrek. Sajikan selagi hangat.

WEDANG KOLANG-KALING
- Untuk 8 porsi
Bahan:
- 2.000 ml air
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya, bakar, memarkan
- 150 gram jahe, bersihkan permukaaannya, bakar
- 20 gram secang
- 10 gram mesoyi
- 3 cm kayu manis
- 100 gram kolang-kaling, iris agak tipis, seduh dengan air panas, tiriskan
- 150 gram gula batu, untuk penyajian
Cara Membuat:
1. Rebus air hingga mendidih. Masukkan serai, secang, jahe, mesoyi, dan kayu manis di atas api kecil sampai harum beraroma.
2. Matikan api. Saring wedang.
3. Sajikan hangat di dalam gelas. Tambahkan irisan kolang-kaling dan gula batu.
Selamat mencoba semua resep lezatnya, dengan tambahan bumbu mesoyi!
