Hidangan Natal di Berbagai Negara: Satu Perayaan, Beraneka Tradisi


Natal adalah perayaan global yang diekspresikan secara lokal. Hidangan Natal adalah representasi yang jelas dari kemajemukan ekspresi budaya. | Foto: Vecteezy

Natal dirayakan dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara, tetapi hampir selalu memiliki satu kesamaan: makanan istimewa.

Hidangan Natal biasanya bukan makanan sehari-hari, melainkan sajian khusus yang biasanya hanya muncul setahun sekali.

Berikut beberapa contoh hidangan Natal yang khas dari berbagai negara.

BACA JUGA: Klappertaart: Dari Dapur Kolonial ke Meja Natal

1. Inggris: Roast Turkey dan Christmas Pudding

Di Inggris, hidangan Natal yang paling dikenal adalah roast turkey, kalkun panggang yang disajikan dengan kentang, saus gravy, dan sayuran rebus.
Tradisi ini mulai populer sejak abad ke-19 dan kemudian menyebar ke banyak negara lain.

Selain kalkun, ada Christmas pudding, puding padat berbahan buah kering, lemak, gula, dan rempah-rempah.

Puding ini biasanya dibuat berminggu-minggu sebelum Natal dan disajikan dengan saus manis.

Di beberapa keluarga, pudding bahkan disiram alkohol dan dibakar sebentar sebelum dihidangkan.

2. Jerman: Weihnachtsgans dan Stollen

Di Jerman, salah satu hidangan Natal yang khas adalah Weihnachtsgans, yaitu angsa panggang.

Daging angsa disajikan dengan kol merah dan kentang atau dumpling.

Selain itu, Jerman terkenal dengan stollen, roti manis berisi buah kering, kacang, dan kadang marzipan.

Stollen sering ditaburi gula halus dan menjadi simbol Natal di banyak wilayah Jerman. Roti ini kemudian menginspirasi berbagai kue Natal di Eropa.

3. Italia: Panettone dan Makan Malam Tanpa Daging

Di Italia, tradisi Natal sangat dipengaruhi gereja Katolik. Pada malam Natal (La Vigilia), banyak keluarga menjalankan tradisi tidak makan daging, dan memilih hidangan ikan atau makanan laut.

Untuk hidangan penutup, Italia memiliki panettone, kue berbentuk kubah dengan tekstur mirip roti, berisi kismis dan kulit jeruk manisan.

Panettone kini populer di banyak negara dan sering dianggap sebagai salah satu kue Natal paling terkenal di dunia.

4. Meksiko: Tamales dan Bacalao

Di banyak negara Amerika Latin, Natal dirayakan dengan suasana meriah dan makanan berat.

Di Meksiko, salah satu hidangan khas Natal adalah tamales, adonan jagung yang diisi daging atau saus, lalu dibungkus daun jagung dan dikukus.

Selain itu, ada bacalao, yaitu ikan kod asin yang dimasak dengan tomat, kentang, dan zaitun. Hidangan ini merupakan warisan dari tradisi Spanyol dan sering disajikan pada malam Natal.

Di Italia, banyak keluarga menjalankan tradisi tidak makan daging. Salah satu yang disajikan adalah panettone, kue berbentuk kubah. | Foto: Vecteezy
Hidangan Khas Natal di Asia dan Afrika

Selain Eropa dan Amerika Latin, Natal juga dirayakan secara meriah di berbagai negara Asia dan Afrika. Di wilayah-wilayah ini, hidangan Natal sering memperlihatkan percampuran tradisi Kristen dengan bahan dan selera lokal.

5. Filipina: Lechon dan Kue Beras Manis

Sebagai negara dengan populasi Katolik terbesar di Asia, Filipina memiliki tradisi Natal yang sangat kuat. Salah satu hidangan paling khas adalah lechon, babi panggang utuh dengan kulit yang renyah.

Selain itu, ada berbagai kue beras manis seperti bibingka dan puto bumbong, yang biasanya dijual dan dimakan selama masa Natal. Makanan ini sering dikaitkan dengan misa subuh menjelang Natal.

Bibingka adalah kue beras yang dipanggang sedangkan puto bumbong adalah kue beras ungu yang dikukus.

6. India: Kari Daging dan Kue Buah Natal

Di India, Natal dirayakan terutama oleh komunitas Kristen, khususnya di wilayah seperti Goa, Kerala, dan Tamil Nadu.

Hidangan Natal di India umumnya berupa kari daging, seperti kari ayam atau kambing, yang dimasak dengan rempah-rempah khas India.

Salah satu sajian Natal yang penting adalah fruit cake Natal, kue buah padat berisi kacang dan buah kering yang direndam dalam alkohol.

Kue ini sering dibuat jauh hari sebelum Natal dan dibagikan kepada tetangga dan kerabat sebagai tanda perayaan.

7. Jepang: Ayam Goreng sebagai Hidangan Natal Modern

Jepang bukan negara Kristen, tetapi memiliki tradisi Natal yang unik dan modern. Salah satu yang paling populer adalah kebiasaan makan ayam goreng, terutama dari jaringan restoran cepat saji.

Tradisi ini berkembang sejak tahun 1970-an melalui kampanye pemasaran, dan kini menjadi kebiasaan luas.

Meski tidak berakar pada tradisi gereja, ayam goreng telah menjadi simbol perayaan Natal versi Jepang, terutama di kota-kota besar.

8. Ethiopia: Doro Wat dan Injera

Di Ethiopia, Natal dirayakan oleh umat Kristen Ortodoks dan dikenal sebagai Genna. Setelah menjalani masa puasa, umat biasanya merayakan Natal dengan makanan khas.

Hidangan utama Natal adalah doro wat, semur ayam berbumbu kuat yang dimasak dengan cabai dan rempah.

Doro wat disajikan bersama injera, roti pipih bertekstur asam yang menjadi makanan pokok Ethiopia. Hidangan ini biasanya disantap bersama-sama dari satu wadah besar.

9. Afrika Selatan: Daging Panggang dan Puding Natal

Di Afrika Selatan, Natal jatuh pada musim panas. Karena itu, hidangan Natal sering berupa barbeku atau daging panggang, seperti daging sapi, kambing, atau ayam.

Untuk sajian penutup, banyak keluarga menyajikan puding Natal atau dessert dingin berbahan krim dan buah. Tradisi ini menunjukkan pengaruh Inggris yang masih kuat, tetapi disesuaikan dengan iklim dan bahan lokal.

Angsa panggang adalah salah satu hidangan khas Natal di Jerman | Foto: Pexels

BACA JUGA: Sambut Tahun Baru dengan Pesta BBQ Sederhana Namun Meriah di Rumah, Jangan Lupakan A to Z Persiapannya!

Hidangan Natal sebagai Ekspresi Budaya yang Majemuk

Dari kalkun panggang di Inggris, tamales di Meksiko, kari India hingga semur ayam Ethiopia, hidangan Natal menunjukkan bagaimana satu perayaan yang sama bisa hadir dalam bentuk yang sangat beragam.

Perayaan Natal selalu beradaptasi dengan lingkungan setempat sehingga makanan-makanan yang tersaji juga menjadi penanda tradisi, agama, dan sejarah masing-masing negara.

Meskipun makna religiusnya serupa, makanan Natal di berbagai negara memperlihatkan keragaman budaya, iklim, dan sejarah yang membentuk cara orang merayakan hari besar ini.

Melalui hidangan Natal, kita bisa melihat bagaimana budaya lokal memberi rasa yang berbeda-beda pada perayaan global.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *