Dubai Chewy Cookies: Kisah Manis Perjalanan Cita Rasa Nuansa Timur Tengah ke Kuliner Indonesia


Dubai chewy cookie
Tampilan dan tekstur unik Dubai Chewy Cookie berhasil menarik minat para foodies di Indonesia, bahkan sampai dibuat versi ekonomisnya dengan bahan yang lebih mudah didapat dan harga yang terjangkau. | Foto: iamafoodblog.com

Beberapa bulan terakhir ini, linimasa kuliner Indonesia tampaknya tak pernah sepi dari satu nama, yakni Dubai Chewy Cookies.

Kue cokelat bertekstur kenyal dengan isian yang lumer ini bukan sekadar dessert biasa. Ia telah menjelma menjadi sebuah fenomena, dari dapur rumahan hingga etalase bakery premium di dunia.

BACA JUGA: Dubai Chewy Cookie, Cemilan Viral yang Banyak Dikreasikan Deretan Brand Lokal Berkualitas, Kini Makin Mudah Didapatkan di Shopee

Inspirasi Cita Rasa Nuansa Timur Tengah yang “Naik Level”

Kendati disebut dengan kata tambahan “Dubai”, dessert ini sebenarnya bukanlah kue tradisional klasik dari wilayah tersebut.

Kue ini merupakan kreasi modern yang terinspirasi dari bahan khas Timur Tengah, di antaranya penggunaan kacang pistachio dan kataifi (serabut pastry yang biasa digunakan untuk membuat kunafa).

Konon, kue unik ini mulai dikreasikan sekitar akhir 2024 hingga awal 2025.

Ada sejumlah pastry chef dan kreator konten kuliner yang mulai bereksperimen dengan konsep sebuah kue tak biasa, terinspirasi dari Dubai Chocolate Bar, dengan isian kombinasi kataifi dan selai pistachio yang terlebih dulu viral.

Tekstur luar kuenya dibuat chewy atau kenyal, mirip mochi yang dibuat dengan bahan utama marshmallow. Sementara bagian isinya lumer sekaligus crunchy, dengan cita rasa yang cukup kaya karena kombinasi selai pistachio, cokelat, kataifi dan modifikasi lainnya.

Dari sinilah kemudian lahir versi awal Dubai Chewy Cookies yang lantas menyebar cepat lewat media sosial ke seluruh dunia.

Tren ini tidak datang dari satu orang saja, melainkan dari gelombang para kreator kuliner internasional, terutama para food content creator TikTok dan Instagram, sejumlah pastry chef modern dari Korea Selatan dan Timur Tengah, hingga diadaptasi oleh berbagai bakery yang mengangkat konsep “luxury dessert”.

Dubai Chewy Cookies yang Mendunia

Tak heran bila kemudian dessert unik ini menjadi semakin viral dan mengglobal sejak akhir 2025–2026.

Menurut Korea Joongang Daily, resep awalnnya dikembangkan oleh pastry chef dari Korea Selatan bernama Kim Na-ra lalu dipopulerkan ulang oleh chef Korea Selatan lainnya, yakni Jun-Woo Park, namun dengan resep versi mereka sendiri.

Ciri khas kue ini bagian luarnya dibuat bertekstur kenyal dan stretchy karena menggunakan bahan utama marshmallow.

Sementara bagian dalamnya terasa lumer dan crunchy yang merupakan kombinasi sempurna dari selai pistachio dan kataifi nan renyah.

Hasil akhir dari cookie ini menghadirkan perpaduan unik antara tekstur kenyal ala mochi, rasa cokelat, dan pastry khas Timur Tengah.

Kehadiran cookie ini semakin membuat penasaran karena para kreator konten berhasil membuat video menarik saat me-review tekstur dan rasa dari cookie ini.

Para kreator konten menampilkan momen cookie dibelah hingga bagian luarnya yang chewy terlihat elastis saat ditarik, diikuti dengan bagian dalamnya yang lumer meleleh dengan sentuhan renyah atau crunchy dari tekstur kataifi-nya.

Visual ini tentu saja sangat “scroll-stopping”. Hanya dengan sekali lihat saja, bisa langsung membuat orang merasa lapar sekaligus penasaran dengan rasanya.

Cookies yang Ikut Booming di Indonesia

Di ranah global, cookie ini mulai naik daun sekitar awal hingga pertengahan tahun 2025, sementara di Indonesia sendiri semakin booming sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

Di Indonesia, tren cookie ini cepat sekali menyebar karena banyak diadaptasi oleh sejumlah home baker dan UMKM lokal, ditambah dengan banyaknya food vlogger lokal yang ikut me-review keunikan cookie ini.

Bahkan, tak lama kemudian lahir pula resep Dubai Chewy Cookies versi ekonomis dengan penggunaan bahan-bahan yang harganya lebih terjangkau dan mudah didapat, tanpa penggunaan selai pistachio dan kataifi yang harganya dikenal cukup mahal dan agak sulit didapat di Indonesia karena masih merupakan produk impor.

Selain sejumlah faktor di atas, Dubai Chewy Cookies kian “meledak” pamornya dan menarik minat para foodies Indonesia karena ada beberapa alasan kuat. Di antaranya:

1. Tekstur yang Unik

Tampaknya orang Indonesia suka tekstur makanan yang unik, seperti chewy, lumer, sekaligus crunchy. Dubai Chewy Cookies punya semuanya dalam satu gigitan.

2. Sangat Fotogenik dan Viral-Friendly

Banyak konten yang me-review cookie ini dengan cara membelahnya hingga memperlihatkan isinya yang lumer dan meleleh keluar sehingga dianggap satisfying, estetik, dan mampu memancing rasa penasaran.

Visual yang demikian sangat cocok untuk ditampilkan oleh para kreator konten TikTok, Reels Instagram, dan konten kuliner lainnya.

3. Fleksibel, Bisa Dibuat Premium Juga Ekonomis

Resep awal Dubai Chewy Cookies identik dengan penggunaan bahan-bahan premium, impor, dan tergolong mahal seperti selai pistachio dan kataifi.

Tetapi di Indonesia langsung muncul versi resep ekonomisnya, yang secara kreatif mengganti isian selai pistachio dan kataifi dengan selai kacang, cokelat lokal, hingga wafer dan kacang tanah untuk menghadirkan tekstur crunchy di dalamnya.

Hasil akhir dari kreasi resep ekonomis ini dianggap memiliki cita rasa yang tetap enak, namun tentu saja dengan harga bahan yang jauh lebih terjangkau dan mudah didapat.

4. Mudah Ditiru di Rumah Oleh Para Pemula

Tidak perlu teknik baking yang rumit untuk membuat Dubai Chewy Cookies di rumah. Bahkan bisa dibuat tanpa oven atau hanya menggunakan bahan marshmallow dan cokelat saja.

Para pemula yang ibaratnya jarang masuk ke dapur dan belum pernah membuat kue pun bisa langsung mempraktikkannya dan dijamin langsung berhasil, lho!

Keempat alasan inilah yang tampaknya membuat Dubai Chewy Cookies menjadi lekas viral di kalangan para home baker dan UMKM lokal di Indonesia.

5. Cocok Dijadikan Ide Usaha Kuliner

Bentuk kuenya yang menarik, dengan margin yang cukup tinggi, juga mudah dikemas, cukup tahan lama untuk sistem delivery, hingga bisa dijual per boks dengan paket isi berjumlah tertentu, membuat kue ini akhirnya banyak dijadikan sebagai ide peluang bisnis kuliner rumahan.

Evolusi Resep Asli “Kelas Sultan” ke Versi Resep “Kelas Rakyat Jelata”

Menariknya, Indonesia tidak sekadar ikut-ikutan tren, melainkan mampu mengadaptasikannya dengan cepat, sesuai dengan kondisi di negeri ini.

Dari resep aslinya yang menggunakan selai pistachio dan kataifi yang harganya cukup mahal dan merupakan barang impor, kemudian dapat dikreasikan dengan penggunaan selai kacang, kacang tanah, dan wafer, sehingga cita rasanya lebih melokal namun dengan harga yang lebih ekonomis.

Versi “kelas rakyat jelata” inilah yang justru semakin viral di Tanah Air karena dinilai lebih relatable dengan masyarakat, mudah dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat, serta dengan hasil akhir kue yang tetap enak dan bisa dibuat chewy di luar dan lumer di dalam.

BACA JUGA: Ini Nih, Resep Dimsum Goreng Keju Lumer Viral yang Sempat Bikin Stok Keju Spread di Minimarket Langka Berbulan-bulan! Yuk, Coba Recook di Rumah!

Dengan demikian, bisa dikatakan Dubai Chewy Cookie adalah salah satu contoh sempurna bagaimana sebuah tren kuliner global bisa sangat mudah masuk ke Indonesia, dengan resep yang mudah diadaptasi lalu berkembang dengan identitas lokal.

Berawal dari dessert “sultan” ala Dubai, sesampainya di Indonesia lalu berubah menjadi camilan viral yang bisa dinikmati “rakyat jelata” alias siapa saja.

Apakah Anda tertarik mencoba dan membuatnya sendiri di rumah? Ikuti artikel-artikel terbaru Telusur Dapur untuk mendapatkan resepnya.