Waaiitt, Jangan Buang Air Cucian Beras Alias Leri, Manfaatkan untuk Perawatan Kulit, Pupuk Tanaman, hingga Fermentasi


Mencuci beras dan menuangkan air cucian beras
Sayang jika dibuang begitu saja karena air cucian beras alias air leri ternyata banyak manfaatnya, mulai dari perawatan wajah, pupuk tanaman, hingga membantu proses fermentasi. | Foto: Vecteezy/Prarinya Thonghyad

Saat Anda mencuci beras sebelum ditanak, biasanya Anda akan langsung membuang airnya begitu saja ke saluran pembuangan.

Airnya memang keruh, seringnya agak putih susu, terlihat seperti sisa yang tidak berguna. Padahal, di situlah justru tersimpan potensi yang sering terlewat.

Air cucian beras, yang biasa disebut air leri, bukan sekadar limbah. Dengan cara pakai yang tepat, air leri bisa dimanfaatkan untuk perawatan kulit, menyuburkan tanaman, hingga membantu proses fermentasi makanan.

BACA JUGA: Tak Hanya Segar, Semangka Bisa Bikin Rambut dan Kulit Jadi Indah, Asalkan Tepat Cara Konsumsinya

Apa Itu Air Leri dan Kenapa Bisa Dimanfaatkan?

Air leri adalah air hasil cucian beras, terutama dari cucian pertama atau kedua. Saat beras dibilas, sebagian pati, vitamin B, dan mineral larut ke dalam air. Itulah yang membuat warnanya berubah menjadi keruh.

Kandungan pati ini bersifat lembut, tidak keras di kulit, dan juga bisa menjadi “makanan” bagi mikroorganisme baik di tanah maupun dalam proses fermentasi.

Karena itu, air leri punya kegunaan yang cukup luas, asalkan dipakai dengan cara yang tepat.

1. Air Leri sebagai Perawatan Kulit Sederhana

Air cucian beras bisa langsung dipakai untuk perawatan kulit dasar tanpa perlu campuran apa pun. Cara ini praktis dan cocok untuk penggunaan harian.

Cara pakai:

  1. Ambil air cucian beras kedua (lebih bersih dibanding yang pertama)
  2. Diamkan sebentar
  3. Gunakan untuk membilas wajah, atau aplikasikan dengan kapas seperti toner

Catatan penting:

  • Gunakan air yang masih segar, jangan disimpan lebih dari sehari
  • Cocok untuk kulit normal hingga berminyak
  • Jika ingin lebih praktis, gunakan setelah mencuci beras, sebelum mulai memasak

Penggunaan rutin bisa membantu membersihkan sisa minyak ringan dan memberi efek segar di kulit, tanpa rasa kesat berlebihan.

2. Pupuk Cair Alami untuk Tanaman Rumah

Kalau Anda punya tanaman di rumah, air leri bisa langsung dimanfaatkan sebagai pupuk cair sederhana. Kandungan patinya membantu mikroorganisme tanah berkembang, yang pada akhirnya mendukung kesehatan tanaman.

Cara pakai:

  1. Gunakan air cucian pertama atau kedua
  2. Siramkan langsung ke tanah (hindari mengenai daun)
  3. Lakukan 2–3 kali seminggu

Tips praktis:

  • Gunakan air yang masih baru, tidak berbau
  • Jangan berlebihan, cukup sebagai tambahan, bukan pengganti air biasa
  • Perhatikan kondisi tanah. Jika terlalu lembap, kurangi frekuensi

Cara ini sederhana, tidak butuh biaya, dan bisa langsung diterapkan setiap kali Anda menanak nasi.

3. Membantu Proses Fermentasi Tradisional

Di dapur tradisional, fermentasi adalah proses penting. Dari tape hingga berbagai olahan lain. Air leri bisa berperan sebagai medium awal karena kandungan patinya mendukung pertumbuhan mikroba.

Contoh penggunaan:

  • Campuran awal dalam fermentasi singkong (tape)
  • Tambahan kecil untuk membantu starter alami

Langkah sederhana:

  1. Gunakan air leri yang masih segar
  2. Tambahkan dalam jumlah kecil ke bahan yang akan difermentasi
  3. Simpan dalam wadah tertutup sesuai kebutuhan proses

Air leri tidak menggantikan ragi atau starter utama, tapi bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih “hidup” untuk fermentasi.

4. Kegunaan Lain yang Sering Terlewat

Selain tiga fungsi utama tadi, ada beberapa pemanfaatan lain yang cukup praktis:

Membersihkan sayuran

Air leri bisa membantu melonggarkan kotoran yang menempel pada permukaan sayur.

Merendam bahan makanan

Digunakan untuk merendam bahan tertentu agar lebih segar sebelum dimasak.

Membantu mencuci peralatan dapur

Terutama untuk peralatan yang terkena sisa tepung atau pati, karena sifatnya yang ringan.

BACA JUGA: Kiwi, Si Tinggi Vitamin C yang Juga Berkhasiat Buat Mata, Eits Tapi Hati-hati Bagi Penderita Batu Ginjal!

Air cucian beras sering dianggap tidak berguna hanya karena tampilannya yang keruh. Padahal, dengan sedikit perhatian, ia bisa menjadi bahan serbaguna di dapur dan rumah.

Mulai sekarang, sebelum Anda menuangkannya ke wastafel, coba tahan sebentar. Pilih satu cara paling mudah, untuk wajah, tanaman, atau dapur. Manfaatkan air leri itu sebaik mungkin. Kadang, yang terlihat sepele justru terbukti berguna.