Kencur, Bumbu Utama Seblak Viral yang Ternyata Punya Khasiat Begini


Rimpang kencur atau cikur yang masih utuh dan yang sudah diiris memperlihatkan dagingnya yang berwarna putih
Kini dikenal sebagai bumbu seblak, kencur sejak lama sudah dikenal sebagai bumbu dapur sekaligus tanaman tanaman obat yang kaya khasiat. | Ilustrasi: Telusur Dapur/Citra AI

Di balik semangkuk seblak yang pedasnya menggigit dan aromanya menggoda, ada satu rahasia kecil yang sering luput disadari. Itulah kencur atau cikur.

Rimpang mungil ini mungkin tak sebesar jahe atau segagah lengkuas, tetapi justru di situlah kekuatannya. Kencur memiliki aroma tajam, rasa hangat, dan karakter khas yang tak tergantikan.

BACA JUGA: Kedai Seblak Prasmanan Makin Menjamur, Seperti Apa Sih Kisah Awal Mula Seblak yang Kini Jadi Favorit Gen Z?

Kencur adalah salah satu jenis empon-empon, keluarga rimpang yang sudah lama menjadi tulang punggung dapur Nusantara. Ia satu kerabat dengan jahe, kunyit, lengkuas, hingga temulawak.

Namun berbeda dari “saudara-saudaranya,” kencur punya identitas rasa yang lebih liar. Sedikit getir, hangat, dan menyengat di hidung.

Tak heran, ketika seblak naik daun sebagai kuliner viral, kencur justru ikut “naik panggung” sebagai bintang utamanya.

Kandungan dan Khasiat Kencur

Secara ilmiah, kencur dikenal dengan nama Kaempferia galanga L., termasuk dalam keluarga Zingiberaceae, yakni keluarga tanaman temu-temuan yang kaya manfaat.

Jika dibelah, rimpang kencur memperlihatkan bagian dalam berwarna putih dengan tekstur padat dan aroma yang langsung menyeruak.

Ukurannya kecil, cenderung bulat dan pendek, berbeda dengan jahe yang lebih panjang dan bercabang.

Di balik bentuknya yang sederhana, kencur menyimpan kandungan aktif seperti minyak atsiri, alkaloid, serta senyawa-senyawa bioaktif lain yang menjadikannya bernilai sebagai tanaman obat.

Sejak lama, dalam tradisi jamu dan pengobatan herbal Jawa, kencur digunakan sebagai:

  • Pereda masuk angin dan kembung
  • Pelancar pencernaan
  • Obat alami untuk diare ringan
  • Pereda nyeri akibat keseleo atau pegal
  • Antibakteri alami dalam saluran pencernaan

Bahkan minuman seperti beras kencur menjadi bukti bagaimana masyarakat Nusantara tidak hanya memasak dengan kencur, tetapi juga “meminumnya” sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Menariknya, sensasi hangat kencur bukan sekadar rasa. Ia bekerja sebagai stimulan ringan yang memberi efek segar pada tubuh.

Penggunaan dalam Masakan: Sentuhan Kecil, Dampak Besar

Dalam dunia kuliner, kencur adalah “bumbu minor yang berdampak mayor.” Ia jarang digunakan dalam jumlah besar, tetapi kehadirannya mampu mengubah karakter masakan secara drastis.

Di tanah Sunda, kencur bahkan punya posisi istimewa. Tidak hanya dipakai sebagai bumbu, kencur muda kerap dimakan mentah sebagai lalapan, disandingkan dengan sambal dan sayuran segar.

Rasanya? Pedas hangat dengan sedikit getir yang justru membuat nafsu makan meningkat.

Dalam praktik memasak, penggunaan kencur biasanya cukup sekitar 3–4 cm saja. Ia kemudian dihaluskan bersama bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam.

Dari situ, lahirlah berbagai hidangan dengan aroma khas yang sulit ditiru tanpa kencur.

Beberapa masakan yang identik dengan kencur antara lain:

  • seblak (ikon kuliner viral saat ini)
  • sambal oncom
  • ulukutek leunca khas Sunda
  • sambal tempe
  • urap dan pecel
  • karedok dan lotek
  • gado-gado
  • rempeyek
  • bumbu kerupuk dan keripik

Kencur memberi “jiwa” pada masakan, juga memberi nuansa tradisional yang terasa akrab, seolah mengingatkan pada dapur nenek di kampung.

Kencur dalam Seblak: Aroma yang Tak Tergantikan

Jika kita membayangkan seblak tanpa kencur, sebenarnya yang hilang bukan sekadar rasa, melainkan identitas.

Kencur memberi aroma khas yang agak tajam, hampir “liar”, yang berpadu dengan pedas cabai dan gurih kerupuk basah. Inilah yang membuat seblak terasa berbeda dari sekadar tumisan pedas biasa.

Tanpa kencur, seblak mungkin masih enak, tetapi ia kehilangan “jiwa Sundanya.”

Tips Memilih dan Menyimpan Kencur

Memilih kencur yang tepat adalah langkah kecil yang berdampak besar pada hasil masakan.

Ciri kencur segar:
  • Kulitnya bersih dan tidak terlalu kotor oleh tanah
  • Teksturnya padat dan tidak lembek
  • Aromanya tajam saat digores atau dipotong
  • Tidak keriput atau mengering

Kencur muda biasanya berwarna lebih pucat dan rasanya sedikit lebih ringan, cocok untuk lalapan.

Sementara kencur tua memiliki aroma lebih kuat, ideal untuk bumbu masakan.

Cara menyimpan:
  • Simpan dalam kondisi kering, jangan dicuci sebelum digunakan
  • Letakkan di tempat sejuk atau dalam wadah terbuka
  • Hindari penyimpanan terlalu lama agar aroma tidak hilang

Idealnya, kencur dibeli secukupnya saja. Karena seperti banyak bahan dapur alami lainnya, kesegaran adalah kunci utama cita rasa.

BACA JUGA: Jahe Si Multifungsi dan Multi-Khasiat yang Bisa Menjaga Berat Badan Hingga Kurangi Risiko Kanker, Yuk, Meramu Jahe!

Kecil, Tradisional, Tapi Tak Tergantikan

Di tengah gempuran bumbu instan dan makanan modern, kencur tetap bertahan sebagai simbol dapur tradisional yang otentik.

Ia mungkin kecil dan sering dianggap remeh. Tetapi dalam setiap gigitan seblak, dalam setiap sendok pecel, atau dalam setiap teguk beras kencur, ia hadir sebagai pengingat bahwa kekayaan rasa Nusantara sering kali tersembunyi dalam hal-hal sederhana.

Dan mungkin, justru di situlah letak keistimewaannya.